ya... pertanyaan yang sangat tepat bagi masa pertanian zaman
sekarang... apakah kita harus mempertahankannya ataukah kita melepasnya dan
mengikuti era perkembangan zaman dengan mengandalkan teknologi ? Lalu apa yang
harus dilakukan oleh kita sebagai negara yang meluhurkan nilai budaya dan adat
? Tentunya kita jangan melepaskan kearifan lokal karena kearifan lokal selalu
membawa hasil yang positif seperti yang dilakukan oleh masyarakat maluku yakni tata
kelola hutan adat dikenal dengan Sasi.
Sasi merupakan larangan untuk mengambil hasil hutan dalam jangka waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar sumber daya hutan yang ada dapat dipergunakan tepat pada waktunya serta tetap tersedia untuk semua orang. Waktu sasi biasanya 3 - 6 bulan bahkan bisa sampai 1 tahun. Setelah waktu itu selesai, masyarakat bisa mengambil hasil hutan namun dalam batasan yang wajar, seperlunya dan sesuai dengan aturan adat, proses ini dinamakan buka sasi. Aturan inipun mempunyai sanksi dan denda jika dilanggar. Di Maluku tengah, sanksi yang dikenakan biasanya diberi denda adat berupa membayar kembali sesuai dengan yang telah ditentukan dalam aturan adat sedangkan di Maluku tenggara, denda adat bisanya berupa ganti rugi dengan emas . Selain itupun mereka percaya bahwa jika sengaja melanggar sasi akan mendapat musibah. Karena itulah masyarakat benar-benar tahu akan pentingnya menjaga hutan.
Sasi merupakan larangan untuk mengambil hasil hutan dalam jangka waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar sumber daya hutan yang ada dapat dipergunakan tepat pada waktunya serta tetap tersedia untuk semua orang. Waktu sasi biasanya 3 - 6 bulan bahkan bisa sampai 1 tahun. Setelah waktu itu selesai, masyarakat bisa mengambil hasil hutan namun dalam batasan yang wajar, seperlunya dan sesuai dengan aturan adat, proses ini dinamakan buka sasi. Aturan inipun mempunyai sanksi dan denda jika dilanggar. Di Maluku tengah, sanksi yang dikenakan biasanya diberi denda adat berupa membayar kembali sesuai dengan yang telah ditentukan dalam aturan adat sedangkan di Maluku tenggara, denda adat bisanya berupa ganti rugi dengan emas . Selain itupun mereka percaya bahwa jika sengaja melanggar sasi akan mendapat musibah. Karena itulah masyarakat benar-benar tahu akan pentingnya menjaga hutan.
Contoh diatas merupakan contoh kecil dari manfaat menjaga
kearifan lokal. Sebetulnya masih banyak lagi hal-hal baik yang terlahir dengan
menjaga nilai kearifan lokal. Oleh karena itu mari kita lestarikan kebudayaan
kita dan menjaga kearifan lokal :D
sumber:
blog ini menurut saya dpat dijadikan penambahan wawasan,, jadi keren deh
ReplyDeleteisi dari post sudah bagus, hanya saja secara penulisan kurang rapi..
ReplyDeletedari font,dll
keseluruhan sudha bagus dan dapat dijadikan acuan walaupun pengguna hanya memposting artikel ini dgn copypaste..
ReplyDeleteblognya sudah bagus dek, ditingkatkan trus ya....
ReplyDeletepostingan saudara cukup bagus. bisa buat referensi. terima kasih
ReplyDelete